PMRsmansata's Blog
Just another WordPress.com weblog

LAMBANG PALANG MERAH

PENGERTIAN

Lambang palang merah/bulan sabit merah/kristal merah merupakan ‘Lambang Pembeda’ yang diakui oleh ketentuan internasional yaitu Konvensi Jenewa 1949 dan Protokol-protokol Tambahannya. Disebut sebagai ‘Lambang Pembeda’ karena memiliki fungsi yang berbeda dengan lambang lain yang melekat pada suatu organisasi/lembaga, yaitu sebagai ’Tanda Perlindungan’ dan ’Tanda Pengenal’.

SEJARAH LAMBANG

Sebelum lambang gerakan diadopsi, setiap pelayanan medis kemiliteran setidaknya di Eropa, mengenal tanda pengenal sendiri. Austria misalnya menggunakan bendera putih, perancis bendera merah atau spanyol bendera kuning. Banyaknya tanda yang berbeda-beda yang digunakan menimbulkan akibat yang strategis, contohnya walaupun tentara tahu apa tanda pengenal dari personil medisnya, namun biasanya mereka tidak tahu apa tanda pengenal lawan mereka.


I. Lambang palang merah

Tahun 1964, Konvensi Jenewa, yaitu sebuah konvensi Internasional yang pertama, resmi mengakui Palang Merah diatas dasar Putih sebagai tanda pengenal pelayanan medis angkatan bersenjata. Pada Konvensi Jenewa tahun 1906, waktu peninjauan kembali terhadap konvensi Jenewa tahun 1864, barulah ditetapkan lambang Palang Merah tersebut sebagai penghormatan terhadap Negara Swiss.

II. Lambang Bulan Sabit Merah
Tahun 1876 saat Balkan dilanda perang, sejumlah pekerja social yang tertangkap oleh Ottoman dibunuh senata-mata karena mereka memakai ban lengan dengan gambar Palang Merah. Ketika pemerintah Turki diminta menjelaskan mengenai hal ini, mereka menekankan kepekaan tentara muslim terhadap bentuk palang / salib, dan mengajukan agar Perhimpunan Nasional dan pelayanan medis militer mereka diperbolehkan untuk menggunakan lambang yang berbeda yaitu Bulan Sabit Merah. 1899 Kerajaan Persia (sekarang Iran) pada Konfrensi Perdamaian mengusulkan singa dan matahari merah. Pada tahun 1949 Penggunaan lambang palng merah, bulan sabit merah dan singa matahari merah diakui dengan diputuskannya Pasal 38 Konfensi Jenewa. Namun pada tehun 1980 Setelah Revolusi Islam, Iran di bawah Imam Ayatullah Khomeni mengganti lambang singa dan matahari merah dengan bulan sabit merah. Maka pada tahun 1982 Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan sabit Merah menggunakan lambang palang merah dan bulan sabit merah dengan latar belakang putih.

III. Lambang Kristal Merah

Tahun 2006 Lambang Kristal Merah Diatas dasar putih juga diadopsi menjadi alternative apabila di suatu Negara terjadi konflik bersenjata / perang atau bencana, maka Negara yang badan kepalangmerahannya menggunakan lambang Palang Merah atau Bulan Sabit Merah dapat sementara menggunakan lambang Kristal Merah diatas dasar putih secara bersama-sama.

FUNGSI LAMBANG
Lambang palang merah/bulan sabit merah/kristal merah berfungsi sebagai:

a. Tanda pengenal pada masa damai

Tanda pengenal digunakan pada saat damai oleh orang atau/untuk barang untuk kegiatan kemanusiaan dengan tujuan untuk menandakan bahwa orang/barang tersebut, terkait dengan perhimpunan nasional atau terkait dengan dinas medis militer. Oleh karenanya juga harus dilindungi dan diberikan akses untuk memberikan bantuan.

Berikut adalah pembedaan-pembedaan fungsi pengenal dari emblem yang bisa dibuat:

  • lambang perlengkapan, dapat diterapkan pada bendera, papan alamat, pelat kendaraan, badge staf, yang menunjukan bahwa seseorang atau objek tersebut adalah anggota atau milik dari organisasi Nasional Palang Merah/Bulan Sabit Merah/Kristal Merah;
  • lambang dekoratif, yang mungkin tampak pada medali, kancing atau penghargaan lainnya, publisitas atau gambaran dekoratif yang digunakan oleh Perhimpunan Nasional;
  • lambang asosiatif, yang mungkin tampak pada pos-pos P3K, seperti di pinggir jalan, di dalam stadion atau ruang-ruang publik lainnya atau pada ambulans bukan miliki Perhimpunan Nasional tetapi dicadangkan untuk tindakan darurat yang bebas biaya kepada warga sipil yang cedera atau sakit, dengan izin dari Perhimpunan Nasional.

b. Tanda pelindung pada masa konflik bersenjata

Tanda perlindungan digunakan pada saat konflik bersenjata/perang oleh dinas medis militer suatu negara dan perhimpunan nasional suatu negara untuk melakukan kegiatan kemanusiaan. tujuannya agar mereka terlindung dari kesengajaan untuk/misalnya ditembak, disandera, diculik, dsb oleh para pihak yang terlibat pertempuran.

YANG BERHAK MENGGUNAKAN LAMBANG
a. Personil medis dan rohaniwan angkatan bersenjata dari suatu negara.
b. Anggota Perhimpunan Nasional, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan Federasi
Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC).

LAMBANG PEMBEDA YANG DIGUNAKAN OLEH INDONESIA
Berdasarkan Perperti No. 1 tahun 1962, Indonesia menggunakan lambang palang merah sebagai lambang pembedanya. Lambang palang merah memiliki kedudukan dan fungsi yang sama dengan lambang bulan sabit merah atau kristal merah. Berdasarkan ketentuan internasional, setiap negara hanya boleh memilih satu lambang pembeda; palang merah, bulan sabit merah atau kristal merah. Lambang-lambang pembeda hanya berhak digunakan oleh dinas medis angkatan bersenjata serta perhimpunan nasional di Indonesia. Yayasan, LSM, rumah sakit, klinik, apotek dsb, tidak memiliki hak untuk menggunakan lambang-lambang pembeda.

PENYALAHGUNAAN LAMBANG

Penyalahgunaan lambang (misuse of emblem) adalah bentuk-bentuk penggunaan lambang-lambang pembeda (palang merah dan bulan sabit merah) oleh pihak-pihak yang tidak berhak menggunakannya. Ada tiga kategori penyalahgunaan lambang yaitu:

1. Peniruan (imitation), misalnya penggunaan nama dan lambang oleh Klinik, RS, praktek dokter, LSM,      organisasi kemanusiaan dsb yang logonya menggunakan lambang palang merah atau bulan sabit           merah, baik tanpa dimodifikasi maupun dengan modifikasi.

2. Penggunaan yang tidak tepat (usurpation), yaitu penggunaan lambang yang tidak sesuai dengan   ketentuan dan aturan penggunaan lambang sebagaimana mestinya. Misalnya untuk merek produk   kesehatan yang dijual untuk memperoleh keuntungan.

3. Pelanggaran Berat (grave misuse), misalnya penggunaan lambang oleh tentara namun untuk         mengangkut personel bersenjata yang termasuk dalam ‘kejahatan perang’.

KONSEKUENSI DARI PENYALAHGUNAAN

a. Negara yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai negara yang tidak mengindahkan Konvensi         Jenewa tahun 1949 berikut semua Protokol Tambahannya.
b. Negara yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai negara yang tidak mengindahkan Status   Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Maka konsekuensi lebih lanjut yaitu,     negara yang tsb tidak memenuhi persyaratan yang sah untuk menggunakan lambang palang            merah/bulan sabit merah/kristal merah sebagai tanda pelindung untuk angkatan bersenjatanya dan    tidak sah untuk membentuk suatu perhimpunan nasional, dengan lambang yang sama digunakan oleh    dinas medis angkatan bersenjata sebagai tanda pengenalnya.

Berdasarkan hukum internasional, masalah lambang ini diatur dalam:

  1. Konvensi Jenewa I 1949 Pasal 38 s.d. Pasal 44, Pasal 53 dan Pasal 54
  2. Konvensi Jenewa II 1949 Pasal 41 s.d. Pasal 45
  3. Konvensi Jenewa IV 1949 Pasal 18 s.d. Pasal 22
  4. Protokol Tambahan I 1977 Pasal 18, Pasal 85 dan Annex I Pasal 1 s.d. Pasal 5
  5. Protokol Tambahan II 1977 Pasal 12
  6. Regulation on the Use of the Emblem of the Red Cross or the Red Crescent By the National Societies (disetujui dalam the 20th International Conference, Wina 1965 dan direvisi oleh the Council of Delegates, Budapest 1991)

Berdasarkan hukum nasional, masalah lambang ini diatur dalam:

  1. Keppres No. 25 tahun 1950 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Perhimpunan Palang Merah Indonesia.
  2. Keppres No. 246 tahun 1963 tentang Perhimpunan Palang Merah Indonesia.
  3. Peraturan Penguasa Perang Tertinggi No. 1/Peperti tahun 1962 Tentang Pemakaian/Penggunaan Tanda dan Kata-Kata Palang Merah.
  4. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perhimpunan Palang Merah Indonesia.

KESIMPULAN

1. Tidak ada satu negara pun di dunia yang boleh menggunakan lebih dari dari satu lambang pembeda    untuk tanda perlindungan dinas medis angkatan bersenjatanya; yaitu lambang palang merah,    lambang bulan sabit merah dan lambang kristal merah dalam waktu bersamaan.

2.  Tidak ada satu negara pun yang membentuk dua perhimpunan nasional dengan dua lambang yang       berbeda sebagai tanda pengenal dalam waktu bersamaan.
Intinya :
SATU NEGARA !
SATU LAMBANG !
SATU GERAKAN !

About these ads

Belum Ada Tanggapan to “LAMBANG PALANG MERAH”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: